KAJI INDUK BESI

Kaji Induk Besi
Penulis : Dato Raja Hulu Ampo
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ
Induk Besi, sebagian daerah di rantau Melayu menyebutnya Ibu Besi,
adalah besi asal yang sering disebut besi qursanī – nama ini
dinisbatkan pada Khurasān , suatu daerah penghasil besi di Persia
dengan kualitas yang sangat baik pada masa dahulu. Adapun nama asal,
atau nama semula jadi Induk Besi, adalah nama yang Allāh berikan pada
zat Induk Besi itu, dan itulah yang diseru untuk membangkitkan
kekuatannya pada diri.
Sebagai pengantar, mari kita redah beberapa kenyataan seputar Induk Besi
Induk Besi adalah zat yang dimasukkan ke dalam tubuh lembaga Adam
untuk menguatkannya.
Besi yang ada di dunia adalah sebagian dari Induk Besi yang tersisa.
Besi pula tidak terbentuk di bumi. Ia dalam kaji sains terbentuk di
dapur sebuah bintang yang amat panas, terlepas dan mendingin hingga
menjadi bentuk aslinya yang cair, dan berikatan dengan zat-zat lain
dalam perjalanannya di ruang antar-bintang hingga membentuk massa
padat.
Padatan besi ini kemudian jatuh ke bumi pada masa yang amat dahulu –
dan Al Qur’ān mendukung hal ini , serupa hujan meteor, padahal masa
itu kerak bumi masih berupa lapisan-lapisan yang relatif cair, serupa
lumpur panas. Dengan demikian, hunjaman besi yang berikatan dengan
zat-zat lain yang jatuh dari langit ini masuk sangat jauh ke bagian
dalam inti, dan sebagiannya tertinggal di sepanjang lapisan-lapisan
kerak bumi.
Hunjaman padatan besi ini memadatkan kerak bumi, karena ia mengisolasi
sebagian inti; panas pada inti bumi masa itu bersama-sama tekanan yang
amat tinggi mampu melelehkan zat-zat yang berikatan, sehingga
memurnikan Induk Besi. Induk Besi yang mencair itu menurunkan panas
pada inti secara drastis dan mengisolasinya dari memanaskan
terus-menerus kerak bumi pada permukaan. Ini menjadikan kerak bumi
menjadi jauh lebih dingin dan memadat, jauh lebih cepat dari inti
bumi.
Maka renungkanlah bagaimana Adam adalah bumi yang masih belum padat
(kukuh) dan Induk Besi adalah penguatnya. Adakah Tuan dan Puan mulai
melihat benang merahnya?
Kaji ini saya bukakan seperti ini supaya Tuan dan Puan tidak memiliki
prasangka yang keliru mengenai kisah-kisah yang diwarisi
turun-temurun. Demikianlah orang-orang tua zaman dahulu memiliki
kearifan yang diwariskan dari generasi ke generasi berupa tradisi
tutur, termasuklah mengenai Induk Besi ini.
Kembali kepada Induk Besi dan penciptaan lembaga Adam, demikianlah
lembaga Adam diciptakan dari tanah yang sudah mengandung unsur besi.
Disebutkan, Adam diciptakan Allāh dari berbagai tanah di bumi; lantas
ditambahkan padanya air dan ia menjadi terlalu lunak. Lalu ditambahkan
api dan menjadilah ia liat dan lentur. Lalu Allāh menghembuskan angin,
nafas yang menghidupkan Adam. Lalu bagaimana dengan besinya? Bukanlah
dalam berbagai kisah seputar Induk Besi, disebutkan bahwa besi
dimasukkan belakangan, bukan pada tanah kejadiannya? Bahkan ada yang
mengaitkannya dengan lubang dubur sebagai bekas tembusnya Induk Besi.
Untuk menjawab itu, penyimpangan dalam cerita tentu terjadi, terlebih
lagi kisah ini adalah tradisi lisan yang baru dicatatkan jauh di
belakang hari. Yang terjadi tidaklah demikian, setidaknya menurut kaji
yang sampai pada saya. Yang terjadi adalah bahwa Allāh membentuk Adam
sedemikian itu, sehingga menjadilah kulit, otot, termasuklah organ
tubuh yang memiliki jaringan otot, segala pembuluh dan persyarafan,
tulang, dan bagian tubuh lainnya. Lihatlah proses perkembangan janin;
demikian pula yang terjadi pada Adam – minus konsepsi antara ovum
dengan spermatozoa. Yang Allāh tambahkan adalah zat besi pada darah!
Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila jampi-jampi Induk Besi
yang berbagai jenisnya ada yang menyeru darah, salah satunya cebisan
jampi berikut
Naik darah berani
Turun darah gemuruh
atau berbagai jampi lainnya.
Nah, jadi Allāh memasukkannya pada darah, namun Induk Besi tidaklah
duduk pada darah; darah adalah tempat “anak-anak”-nya hidup, berikatan
pada darah dan mengikat zat-zat yang dibutuhkan tubuh ini. Lihatlah di
mana lahirnya darah itu. Saya fikir Tuan dan Puan telah tahu, produksi
darah terjadi di tulang, utamanya di tulang belakang. Oleh sebab itu
ada sebagian tetua yang menyatakannya
Tiang ‘Arsy
atau ada yang menyebutnya
Tiang Mahligai
Maka di situlah dihunjamkannya Induk Besi untuk kali kedua, dan
mengalirlah ia ke sekujur tulang, setelah sebelumnya dihunjamkan Allāh
pula ke tanah yang menjadi asal kejadian kita.
Jadi, apa pula Induk Besi itu?
Induk Besi itu Allāh ciptakan rupanya cair, wujudnya jernih dan bening
seperti air. Ia segera meresap apabila diletakkan pada sebarang zat
organik, namun apabila diletakkan pada zat anorganik dan terlebih lagi
logam, ia akan membentuk butiran yang dapat bergulir dan menggelinding
laksana bola. Demikianlah keadaannya di tulang. Ia meresap pada
sel-sel dari dinding luar tulang hingga ke dinding dalam, bagian dalam
tulang yang berbentuk serupa spons hingga ke sumsum. Wujudnya serupa,
namun tak sama dengan raksa yang telah dimurnikan semurni-murninya
sehingga tidak lagi bersifat toksik atau membahayakan apabila
dimasukkan di bawah kulit dengan petua tertentu. Adapun kaidah
memasukkan raksa itu, yang sudah diamalkan sejak ratusan tahun di
India dan Nusantara utamanya di tanah Melayu untuk kekebalan, adalah
mengharapkan reaksi dari Induk Besi atas raksa; yaitu Induk Besi
meminjamkan sifat-sifat besi padanya sehingga menjadi peneguh kulit
ketika sebarang logam berusaha melukai.
Ma‘ūnah Induk Besi sering dikaitkan dengan kekebalan, padahal itu cuma satu dari sekian banyak manfaatnya. Induk Besi dapat digunakan untuk kekebalan dan keselamatan dari 4 (empat) anasir pokok, yaitu Tanah, Air, Api dan Udara, namun sebenarnya dapat digunakan untuk mempengaruhi yang tumbuh atau hidup dari empat anasir itu. Dengan demikian, mereka yang terbangkitkan Induk Besi-nya insyā Allāh dapat memerintah dan memanipulasi keempat anasir, misalnya, untuk memadamkan kebakaran, menghentikan atau memanggil hujan, mencegah tanah longsor dan sebagainya, meredakan amukan badai dan semacamnya. Untuk mengatasi kainat yang asalnya dari empat anasir pun menjadi mudah; misalnya mengusir jinn, menjinakkan binatang, atau menundukkan manusia. Ada pun untuk kesehatan, bangkitnya Induk Besi memperbaiki kualitas kesehatan tubuh; menjadikannya fit, awet muda, stamina terpelihara dan jauh dari penyakit baik akibat kuman/virus serta penyakit degeneratif yang asalnya dari kelainan genetika. Tentu semua terjadi dengan izin Allāh.
Adapun kaidah membangkitkannya dilakukan dengan memerintah Induk Besi dengan namanya, yaitu Binta Syi‘ra (anak perempuan bintang Syi‘ra, atau Sirius). Bintang Sirius memiliki kedudukan istimewa dalam banyak kepercayaan pra-Islām dan dalam Al Qur’ān pun Allāh menyebutkan diri-Nya Rabbusy Syi‘ra (yaitu, Rabb-nya bintang Sirius) Induk Besi memang lahir di dapur inti bintang Sirius pada masa yang terlalu lampau, sebelum bintang itu memecah menjadi sepasang bintang yang saling mengorbit satu sama lain dalam orbit berbentuk busur. Pembangkitannya dilakukan dalam 5 tahap, yaitu
1. Bangkit di sahaur, yaitu 1 potong atau 1 aur yang bermakna ruas tulang sulbi. Anasirnya adalah Tanah dan nabī-nya Ādam ‘alayhis salām
2. Bangkit di sapta wala, yaitu tujuh anggota yang dipakai bersujud. Anasirnya adalah Api dan nabī-nya Ibrāḥīm ‘alayhis salām
3. Bangkit di sapulu lapan ikat, yaitu 18 simpul tubuh. Anasirnya adalah Air dan nabī-nya Mūsā ‘alayhis salām
4. Bangkit di saratus lapan kowatim, yaitu 108 khawātim, segel, atau cupu tubuh. Anasirnya adalah Angin atau Udara dan nabī-nya Sulaymān ‘alayhis salām
5. Bangkit di tlu ratus anam pulu ma’komat, yaitu 360 persendian tubuh sebagaimana sabda Nabī. Anasirnya adalah Cahaya dan nabī-nya Muḥammad shallallāhu alayhi wa ālihi wa sallam
Setiap tahap diselingi masa jeda 3 hari.
Inilah kaidahnya menurut kaji dari Tuanku Andalas, tetua Orang Bunian yang dipertuan di Bukit Barisan
Tahap 1, lakukan dalam posisi duduk antara dua sujud dalam shalāt
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Hai Binta Syi‘ra, tagaklah hyang satagakna di sahaur.
Yā Rabba Ādam … 1000x
Tahap 2, lakukan dalam posisi sujud dalam shalāt
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Hai Binta Syi‘ra, tagaklah hyang satagakna di sapta wala.
Yā Rabba Ibrāḥīm … 1000x
Tahap 3, lakukan dalam posisi berdiri dalam shalāt, boleh bersedekap dan boleh pula tidak
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Hai Binta Syi‘ra, tagaklah hyang satagakna di sapulu lapan ikat.
Yā Rabba Mūsā … 1000x
Tahap 4, lakukan dalam posisi ruku‘ dalam shalāt
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Hai Binta Syi‘ra, tagaklah hyang satagakna di saratus lapan kowatim.
Yā Rabba Sulaymān … 1000x
Tahap 5, lakukan dalam posisi duduk tasyāhud akhir dalam shalāt
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Hai Binta Syi‘ra, tagaklah hyang satagakna di tlu ratus anam pulu ma’komat.
Yā Rabba Muḥammad … 1000x
Selesai. Dengan kaidah yang sederhana itu, namun butuh niat kuat dan perlu istiqāmah, maka insyā Allāh berbangkitlah Induk Besi dalam diri untuk menjadi ikhtiar keselamatan dan manfaat lainnya.
Demikian, semoga menjadi wawasan dan dapat bermanfaat bagi Tuan dan Puan.
وصلى الله على محمد وآل محمد
Wassalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh.

3 pemikiran pada “KAJI INDUK BESI

  1. ASSSALAMU alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    SYukron katsiran atas postingan pengetahuan bapak RRK Dan bapak EDISANTOSA.
    mohon djelaskan, maksud dilakukan dalam shalat itu. Apakah dlkukan ktika mlksankan salasatu shalat wajib atau dlm shlat sunat yg sngja ddrikan khusus unt mmbangkitkan induk besi dlm tubuh..? tmksih WASSALAM.

    • Waalaikumussalam mas Abdi Said.
      Maksudnya adalah posisi duduk nya seperti posisi duduk antara dua sujud dalam sholat pada tahap 1. Jadi dilakukan bukan pada saat kita sholat , nanti sholatnya tidak syah. Demikian juga pada tahap selanjutnya.
      Salam persaudaraan.
      Wassalamualaikum wr wb.

      • ابد السيد

        اسسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
        AlhamdlLLAHI RABBIL ALAMIN, telah dpertemukan dg tuan guru Rizalkelayang dan tuan guru Nuredisantosa sbgai diantra hamba ALLAH yg alim (mskpun via dunia maya),.
        Apapun alasannya, tuan RRK dan tuan NES tlah tercatat dlm buku mlikat RAKIB sbg guru dr sorang hamba yg brnama Abdi Said.
        Salam hormat.. mohon penjelasan tuan guru khususnya ttg JUMLAH bacaan 1000 klmat pd saat rukuk itu, apakah boleh dilkukan lebih dr satu kali RUKUK (sitrahat apbila capek) atau mmg hrus hnya 1 kali rukuk..?
        TMKSH. WASSALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s